aktualisasi Hijrah dalam Kehidupan Mu’min

Peristiwa Hijrah menjadi momen yang penting dalam sejarah dan kehidupan umat Islam. Bagaimana mengaktualisasikan hijrah dalam kehidupan kita ?. Mari kita simak artikel berikut ini

AKTUALISASI HIJRAH DALAM KEHIDUPAN MU’MIN*

“Barang siapa yang berhijrah di jalan Allah niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (An-Nisa: 100)

Setiap jengkal sejarah yang telah ditorehkan oleh Rasulullah saw meninggalkan jejak-jejak hikmah yang dapat dipetik oleh setiap mu’min dimanapun dan kapanpun. Namun kebanyakan orang tidak dapat bercermin dari guratan-guratan peristiwa masa lalu untuk perbaikan kehidupannya ke depan. Tentunya, kita sebagai orang yang beriman mempunyai kewajiban menatap masa lalu untuk merencanakan kehidupan yang akan datang agar kita mampu mengulang atau bahkan meningkatkan kesuksesan yang terdahulu dan memperbaiki kekurangan-kekurangannya. Ali bin Abi Thalib pernah berkata: ” Orang yang celaka adalah mereka yang hari ini lebih jelek dari kemarin, termasuk merugi orang yang hari ini sama saja dengan yang kemarin, dan orang beruntung apabila hari ini lebih baik dari hari kemarin”.

Diantara tapak-tapak sejarah yang sangat penting adalah peristiwa hijrah Rasulullah saw dan sahabatnya dari Mekah ke Madinah. Peristiwa ini memberikan pelajaran bagi kita agar senantiasa tegar/ istiqamah didalam memegang teguh keyakinan, ikhlas dalam beramal, dakwah menjadi panglima dalam setiap aktifitas, dan bersungguh-sungguh dalam membela panji-panji Allah SWT.

Hijrah artinya menjauhi/ menghindari, berpindah secara hati, lisan, dan perbuatan. Perubahan mungkin dapat dimasukkan dalam pengertian hijrah. Karena hijrah membawa spirit perubahan bagi kaum mu’minin pada masa-masa awal dari kondisi jahiliyah (kebodohan) menuju cahaya Islam (tauhid).

Dengan demikian perubahan menuju kepada kebaikan dan peningkatan prestasi amal shaleh, serta perbaikan-perbaikan kualitas hidup menjadi program utama bagi kita dalam memaknai hijrah untuk kehidupan sekarang ini.

Karena hanya orang-orang yang mau berubah sajalah yang akan meraih kesuksesan hidup. Dan perubahan adalah suatu kepastian dalam alur kehidupan setiap orang. Sebagaimana Allah SWT berfirman:”Allah tidak akan merubah nasib sebuah kaum sehingga ia merubah dirinya sendiri”.

Awal kegemilangan Islam yang dilakukan rasulullah adalah merubah bangsa Arab dari keyakinan pagan menjadi keyakinan tauhid, merubah nilai-nilai budaya yang merendahkan derajat kemanusiaan kemudian memuliakan manusia dengan Islam.

Oleh karena itu, janganlah takut untuk melakukan perubahan yang selama ini menghalangi dan memenjarakan kita dengan kultur yang membodohi. Misalnya mundur dari dakwah karena takut studinya terganggu, khawatir tidak mendapatkan pekerjaan, istri dan sebagainya karena menjalankan dan memperjuangan syariat Islam. Yakinlah, bahwa ketika kita membela agama Allah SWT pasti kita akan ditolong oleh-Nya dengan kehidupan yang lebih baik di dunia maupun di akherat. Jangan mundur ke belakang, tetapi tataplah masa depan untuk meraih kehidpuan yang lebih baik.

* Dimuat dalam buletin Arroyyan edisi Muharam 1430 H