{"id":186,"date":"2010-06-11T11:31:05","date_gmt":"2010-06-11T10:31:05","guid":{"rendered":"http:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/?p=186"},"modified":"2010-10-22T05:09:48","modified_gmt":"2010-10-22T04:09:48","slug":"telaah-asmaul-husna","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/?p=186","title":{"rendered":"Telaah Asmaul Husna"},"content":{"rendered":"<table border=\"0\" cellspacing=\"0\" cellpadding=\"0\" width=\"485\">\n<tbody>\n<tr>\n<td width=\"483\" align=\"center\" valign=\"top\"><span style=\"color: #000000\"><strong><span style=\"font-size: small;font-family: arial\">Al \u2018Afuww, Allah SWT berhak memberikan ampunan <\/span> <\/strong><br \/>\n<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"483\" align=\"left\" valign=\"top\"><span style=\"color: #000000\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/edisicetak.solopos.com\/soft\/img\/blank.gif\" alt=\"\" width=\"1\" height=\"15\" \/><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"483\" align=\"justify\" valign=\"top\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: x-small;font-family: verdana,arial\">Al &#8216;Afuww atau Yang Maha Pemaaf adalah Allah SWT yang menghapus dosa-dosa dan mengabaikan tindakan durhaka. <\/span><\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"483\" align=\"justify\" valign=\"top\"><span style=\"color: #000000\"><span style=\"font-size: x-small;font-family: erdana,arial\">Maknanya dekat dengan Al Ghafuur (Yang Maha Pengampun), tetapi nama ini lebih banyak menyatakan perasaan daripada Al Ghafuur.<br \/>\nHal<br \/>\nini karena Maha Pengampun (Al Ghafuur) mengandung arti menutupi atau<br \/>\nmenyembunyikan, sedangkan Maha Pemaaf (Al `Afuww) menunjukkan<br \/>\npenghapusan, dan menghapus lebih membawa hasil yang diharapkan<br \/>\ndibanding menyembunyikan.<br \/>\nDengan demikian, dengan sifat Al \u2018Afuww<br \/>\nini, Allah SWT berhak untuk memberikan ampunan berupa penghapusan<br \/>\ndosa-dosa bagi hamba-hamba-Nya yang memohon ampunan.<br \/>\n\u201cSesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun,\u201d (QS An Nisa:43).<br \/>\nAnggota<br \/>\nBidang Diklat Asosiasi Dosen Pendidikan Agama Islam (Adpisi) wilayah<br \/>\nJawa Tengah, Muhammad Muhtarom mengatakan, dalam kehidupan, manusia<br \/>\nsering berbuat salah atau khilaf. Apabila kesalahan tersebut berkaitan<br \/>\nlangsung dengan Allah, dan tidak termasuk dosa besar, maka hamba yang<br \/>\nberiman dapat langsung memohon maaf kepada Allah SWT. Dan pahala besar<br \/>\nAllah SWT berikan terhadap hamba yang mau meminta maaf dan memaafkan.<br \/>\n\u201cKecuali<br \/>\nmereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang<br \/>\ntidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),<br \/>\nMereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah maha<br \/>\npemaaf lagi Maha Pengampun,\u201d (QS An Nisa:98-99).<br \/>\nManusia dapat pula memiliki sifat ini, bila hamba beriman adalah orang yang memaafkan (Al \u2018Afuww) siapapun yang merugikannya.<br \/>\n\u201cWalaupun<br \/>\nAllah membolehkan untuk membalas orang yang menganiaya, namun<br \/>\nmemberikan maaf kepada orang yang menganiaya adalah akhlak yang lebih<br \/>\nutama. Hamba beriman yang berbuat baik kepada orang yang merugikannya,<br \/>\njuga meyakini bahwa Allah Azza wa Jalla berbuat baik di dunia ini<br \/>\nterhadap mereka yang durhaka dan kafir, bukannya segera menghukum<br \/>\nmereka,\u201d terang Muhtarom melalui email yang diterima Espos, Rabu (9\/6).<br \/>\n\u201cJika<br \/>\nkamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan<br \/>\nsesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf<br \/>\nlagi Maha Kuasa,\u201d (QS An Nisa:149).<br \/>\nDan Allah SWT memaafkan mereka<br \/>\ndengan berlaku baik terhadap mereka, apabila hamba beriman segera<br \/>\nmemohon maaf ketika berbuat salah. Kalau berlaku baik, dosa-dosa mereka<br \/>\nakan terhapus. Inilah tujuan menghapus kejahatan.<br \/>\n\u201cJadilah engkau<br \/>\npemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma&#8217;ruf serta berpalinglah<br \/>\ndaripada orang-orang yang bodoh,\u201d (QS Al A&#8217;raaf:199).<br \/>\nRasulullah SAW<br \/>\nbersabda,\u201dSesungguhnya Allah Maha Pemaaf dan senang memaafkan.<br \/>\nBarangsiapa yang memberi maaf ketika dia mampu membalas, niscaya Allah<br \/>\nakan mengampuni dia disaat kesukaran. Tiadalah orang yang memberi ampun<br \/>\nterhadap kezaliman karena mengharapkan keridhaan Allah, melainkan Allah<br \/>\nakan menambah kemuliaan kepadanya dihari kiamat.\u201d<br \/>\nAllah adalah Al<br \/>\n\u2018Afuww, kepada-Nyalah seyogianya manusia memohon maaf dan ampunan<br \/>\nsebanyak mungkin. Dia mengajarkan manusia agar memohon maaf, ampun, dan<br \/>\nrahmat kepada-Nya.<br \/>\n\u201cMaafkanlah kami, ampuni kami dan beri rahmatlah kami,\u201d (QS Al Baqarah: 286).<br \/>\nSelain<br \/>\nitu Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa,\u201dAllahumma innaa nas\u2019aluka<br \/>\nridhaka waljannah wana\u2019udzubika min sakhathika wannaar. Allhumma innaka<br \/>\n\u2018afuwwun kariim tuhibbul \u2018afwa fa\u2019fu\u2019annaa yaa kariim\u201d.<br \/>\n\u201dYa Allah,<br \/>\nsesungguhnya kami memohon kepada-Mu rida-Mu dan surga-Mu, dan kami<br \/>\nberlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan neraka. Ya Allah, sesungguhnya<br \/>\nEngkau adalah Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah, Engkau senang terhadap<br \/>\nkemaafan, maka maafkanlah kami, wahai Yang Maha Pemurah.\u201d ::<strong>nad<\/strong>::<\/span><\/span><\/p>\n<p><a title=\"http:\/\/edisicetak.solopos.com\/soft\/khazanah_detail.asp?id=72073\" href=\"http:\/\/edisicetak.solopos.com\/soft\/khazanah_detail.asp?id=72073\">http:\/\/edisicetak.solopos.com\/soft\/khazanah_detail.asp?id=72073<\/a><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Al \u2018Afuww, Allah SWT berhak memberikan ampunan Al &#8216;Afuww atau Yang Maha Pemaaf adalah Allah SWT yang menghapus dosa-dosa dan mengabaikan tindakan durhaka. Maknanya dekat dengan Al Ghafuur (Yang Maha Pengampun), tetapi nama ini lebih banyak menyatakan perasaan daripada Al Ghafuur. Hal ini karena Maha Pengampun (Al Ghafuur) mengandung arti menutupi atau menyembunyikan, sedangkan Maha<br \/><a class=\"moretag\" href=\"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/?p=186\">+ Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":127,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9678],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/186"}],"collection":[{"href":"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/127"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=186"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/186\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=186"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=186"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ihtiroom.staff.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=186"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}