Penuhi hak orang lain

Sesungguhnya dalam setiap rezeki yang dianugerahkan Allah SWT kepada manusia, ada hak orang lain yang harus dipenuhi. Oleh karena itu setiap muslim harus selalu berusaha memenuhi hak orang lain yang ada pada dirinya.
Hal itu disampaikan salah satu pengasuh Pondok Pesantren Hajjah Nuriyah Shabran, Sukoharjo, Ustad Mutoharun Jinan, saat dihubungi Espos, Kamis (2/7).
Jika seseorang dicukupkan rezekinya oleh Allah SWT, ujarnya, seharusnya ia tergerak untuk menolong orang lain dengan cara yang baik. Pertolongan yang baik itu akan mendapatkan balasan yang baik pula dari-Nya.
Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, dijelaskan tentang anjuran Rasulullah agar seorang muslim mau membantu orang lain jika dirinya memiliki kelebihan. Dari Abu Said Al-Khudri RA, dia berkata, ”Ketika kita sedang dalam sebuah safar bersama Nabi Muhammad SAW, tiba-tiba datanglah seseorang yang mengendarai unta. Ia kemudian menoleh ke kanan dan ke kiri, maka Rasulullah bersabda, ’Barangsiapa memiliki kelebihan kendaraan, maka sedekahkanlah kepada orang yang tidak memiliki kendaraan, dan siapa yang memiliki kelebihan bekal maka sedekahkanlah kepada orang yang tidak memiliki bekal.’ Lalu Rasulullah menyebut macam-macam harta hingga kami berpendapat bahwa tidak seorangpun di antara kami berhak memiliki kelebihan (dari hajatnya),” (HR Muslim).
Jika seorang ingin membantu orang lain, dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Mohammad Muchtarom, mengingatkan bahwa apa yang didermakan kepada orang lain dengan ikhlas merupakan investasi amal saleh seseorang bagi kehidupan di akhirat nanti.
“Jika harta yang dimiliki hanya untuk kepentingan dirinya sendiri, apalagi untuk kebutuhan yang tiada berguna, hal itu tidak akan menghasilkan apapun di akhirat nanti. Tapi jika harta itu untuk beramal, misalnya membantu orang lain, di akhirat nanti seseorang akan mendapatkan hasilnya,” ungkapnya.
Namun demikian, imbuhnya, ketika berderma untuk orang lain, hal itu dilakukan bukan dalam rangka mendapatkan gelar sebagai dermawan. Jika hal itu sampai terbersit dalam diri seseorang, hal itu tidak akan diridai Allah SWT. ::ewt::

sumber: http://www.solopos.co.id/soft/khazanah_detail.asp?id=278335